Aubrey Fitzwilliam hates being dead – udah mati belum ya?

Di kuliah penerjemahan, saya diajarkan pemahaman konteks sangat penting bagi penerjemahan. Contoh praktisnya pernah saya alami saat menyunting Blaze of Glory (seri The Laws of Magic, buku 1) karya Michael Pryor.

Kalimat aslinya adalah
Aubrey Fitzwilliam hates being dead.

Terjemahan awalnya begini
Aubrey Fitzwilliam benci menjadi orang yang mati.

Saya jadi bingung karena setelah itu Aubrey berlari mengelilingi bukit, dengan kakinya, tidak mengambang seperti hantu. Berarti Aubrey belum mati?

Saya lewatkan dulu kalimat itu (kalimat pertama dalam buku itu, tepatnya). Akhirnya saya pahami dari bab berikutnya bahwa Aubrey pernah berusaha mempraktikkan sihir terlarang. Aubrey melepaskan roh dari tubuhnya dan hampir terseret ke alam baka. Dia berhasil menyambung rohnya kembali ke tubuhnya, tapi sambungan itu terlalu lemah. Maka Aubrey selalu merasa rohnya ditarik-tarik ke dalam kematian sesungguhnya, selalu berada di ambang kematian.

Saya pun kembali ke halaman pertama dan mengubah kalimat itu menjadi
Aubrey Fitzwilliam benci berada di ambang kematian.


Advertisements