The Awakening selesai, terima kasih :D

Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan petunjuk, saran, kritik, dsb. dalam proses penerjemahan The Awakening (akan diterbitkan tahun ini oleh Ufuk Press).

Terima kasih untuk Rima, Teh Rini, Mbak Femmy, Mery, Ikhwan, David, Sakti, Bu Grace, Verie, dll.

Salam 😀

from down under – dari Australia

“See, we hooked up with this kid from down under last year. We quickly found out why he’d left home.”

The Aussie dude goes to ground,” Liam said.

 

Saya cari di google, down under ternyata berarti di Australia. Tapi seharusnya saya sudah sadar dari ucapan The Aussie dude (sebenarnya kedua kalimat di atas berjarak beberapa paragraf).

 

“Begini, tahun lalu kami bergaul dengan anak dari Australia. Kami segera tahu kenapa dia minggat dari sana.

“Cowok Aussie itu bersembunyi,” kata Liam.


I plow into him – aku mencangkulnya?

When the floorboards creaked, he stopped short and I nearly plow into him.

Adegan ini sederhana saja, Chloe sedang berjalan di belakang Derek, lalu Derek tiba-tiba berhenti sehingga Chloe nyaris menabrak Derek. Tapi bagaimana saya bisa mencari padanan kata yang tepat untuk plow into him?

Kata plow berarti “membajak, meneluku, menenggala”. Oke, jelas adegan ini tidak berhubungan dan sulit dihubungkan dengan membajak sawah. Saya cek ketiga kata itu di KBBI, siapa tahu saya mendapatkan sinonimnya yang juga bersinonim dengan menabrak atau menubruk.

Yak, saya mendapatkan kata menumbuk yang juga bisa dimaknai “menubruk”.

Ketika papan lantai berderak, dia langsung berhenti dan aku nyaris menumbuknya.

roll with the punches – menerima pukulan dengan baik

Simon had tried cheering me up, but that only brought me down all the more. I didn’t want to need to be cheered. I wanted to roll with the punches, bounce back smiling.

Novel ini banyak menggunakan idiom (pusing tapi senang juga bisa utak-utik terus). Kali ini idiomnya berasal dari olahraga tinju. Padanan idiom ini diingatkan oleh Rima 😀

Simon berusaha menghiburku, tapi itu hanya membuatku semakin murung. Aku tidak ingin perlu dihibur. Aku ingin menjadi orang yang tahan banting, dan bangkit kembali sambil tersenyum.

never look a gift horse in the mouth – jangan pernah ngintip mulut kuda (pasti bau!)

Menerjemahkan idiom biasanya tidak mudah, apalagi kalau pengarang mengkreasikan idiomnya lagi. Contohnya ini yang saya ambil dari The Awakening (seri The Darkest Powers, buku 2) karya Kelley Armstrong.

One: never look a gift horse in the mouth. Two: if it sounds too good to be true, it probably is. I’d been lied to and misled often enough in the last few days that I wasn’t just questioning this horse’s dental health—I was examining him from nose to tail.

Idiom too good to be true saya terjemahkan menjadi terlalu muluk seperti yang diusulkan Teh Rini di blognya :). Arti look a gift horse in the mouth adalah “kalau diberi sesuatu, jangan ngelunjak”. Bahasa Indonesia punya idiom yang maknanya kira-kira sama, yaitu “diberi hati, minta jantung”. Tapi bagaimana dengan this horse’s dental health—I was examining him from nose to tail? Akhirnya saya coba terjemahkan seperti ini.

Satu: kalau diberi hati, jangan minta jantung pula. Kedua, kalau apa yang diberikan kepadamu kedengarannya terlalu muluk, ya mungkin memang terlalu muluk. Aku sudah cukup sering dibohongi dan ditipu dalam beberapa hari terakhir ini sehingga aku tidak hanya memeriksa hati dan jantung itu sehat atau tidak—aku memeriksa semua organ tubuh lainnya juga.

 

picture from aniceplaceinthesun.blogspot.com