Terjemahan Bab 1 Clockwork Princess (Adegan 1)

Sebenarnya penerjemahan Clockwork Princess belum dimulai, tapi saya juga rindu menerjemahkan seri The Infernal Devices. Berhubung bab pertamanya sudah diedarkan oleh Simon & Schuster dan sudah diizinkan oleh Ufuk Fiction, saya cicil terjemahkan saja. Teks asli diperoleh dari web TMIndo dan sudah diperiksa ke laman resmi dari Simon & Schuster. Karena masih mencicil, syair pembukanya belum diterjemahkan dan terjemahan ini pun masih akan diperiksa lagi.

The Infernal Devices adalah trilogi karya Cassandra Clare yang merupakan prekuel bagi seri The Mortal Instruments (film hasil adaptasi buku pertamanya, City of Bones, akan dirilis Agustus tahun ini). Clockwork Princess adalah buku ketiga yang menutup Clockwork Angel dan Clockwork Prince. Edisi bahasa Indonesia Clockwork Angel dan Clockwork Prince sudah terbit dan bisa dipesan lewat Ufuk Fiction.

Clockwork Princess (The Infernal Devices, Buku Tiga)
Clockwork Princess (The Infernal Devices, Buku Tiga)

Bab 1

“Desember adalah waktu yang tak terduga untuk menikah,” kata si penjahit, berbicara selagi mulutnya penuh peniti dengan mudah karena sudah terlatih bertahun-tahun. “Seperti kata orang, ‘Saat salju Desember turun dengan lebat, menikahlah, maka cintamu sejati senantiasa.’” Ia memasang peniti terakhir pada gaun dan mundur. “Nah. Bagaimana menurutmu? Gaun ini dibuat berdasarkan salah satu rancangan gaun Charles Frederick Worth sendiri.”

Continue reading “Terjemahan Bab 1 Clockwork Princess (Adegan 1)”

Terjemahan Prolog Clockwork Princess

Lagi-lagi sembari menunggu Clockwork Princess (buku ketiga sekaligus pamungkas seri The Infernal Devices karya Cassandra Clare), saya terjemahkan prolognya (separuh dulu, separuh lagi menyusul).  Teks sumber diperoleh dari website @TMIndo. Prolog ini sudah diedarkan sebagai bahan promosi oleh penerbit aslinya. Edisi terjemahan Indonesia akan diterbitkan oleh Ufuk Fiction (lini fiksi Ufuk Publishing House).

Clockwork Princess (The Infernal Devices, Buku Tiga)
Clockwork Princess (The Infernal Devices, Buku Tiga)

York 1847

 

“Aku takut,” kata gadis kecil yang duduk di ranjang. “Kakek, temani aku saja ya?”

Aloysius Starkweather berdeham dengan tidak sabar saat menarik kursinya mendekat ke samping ranjang dan duduk. Bunyi tidak sabar tadi hanya separuh sungguhan. Dia senang bahwa cucunya sangat memercayainya, bahwa sering kali hanya dia yang bisa menenangkan sang cucu. Walaupun rapuh, gadis kecil itu tidak pernah keberatan dengan sikap Aloysius yang galak.

“Kau tidak perlu takut apa-apa, Adele,” kata pria itu. “Nanti kau tahu.”

Gadis kecil itu menatap Aloysius dengan matanya yang besar. Biasanya upacara pemasangan rune pertama diadakan di salah satu tempat yang lebih besar di Institut York, tapi karena Adele kurang berani dan kurang sehat, telah disepakati bahwa upacara itu bisa dilakukan di kamarnya yang aman. Gadis kecil itu duduk di tepi ranjang, punggungnya sangat tegak. Gaun upacaranya merah, dengan pita merah menahan rambut pirangnya yang halus. Matanya besar pada wajahnya yang kurus, kedua tangannya ceking. Apa pun tentang dirinya serapuh sebuah cangkir porselen.

“Saudara Hening,” katanya. “Mereka akan melakukan apa kepadaku?”

“Kemarikan tanganmu,” kata Aloysius, lalu Adele mengulurkan lengan tangannya dengan percaya.  Aloysius membalik tangan itu, melihat pembuluh darah yang membuat jalur biru pucat di bawah kulit. “Mereka akan menggunakan stela mereka—kau tahu stela apa—untuk menggambar Tanda pada kulitmu. Biasanya dimulai dengan rune Waskita, yang kau sudah tahu dari pelajaranmu, tapi khusus untukmu mereka akan mulai dengan dengan Kekuatan.”

Continue reading “Terjemahan Prolog Clockwork Princess”

Terjemahan Sinopsis Clockwork Princess

Selagi menunggu terbitnya Clockwork Princess (buku ketiga dalam seri terjemahan saya, The Infernal Devices karya Cassandra Clare) pada 19 Maret 2013 (versi AS), saya menerjemahkan teks sampulnya dulu (“full jacket copy”, kata Clare; sinopsis lengkap, kata @TMIndo). Teks sumber saya temukan di web The Mortal Instruments Indonesia dan saya periksa silang dengan akun tumblr Clare.

by Cassandra JP
by Cassandra JP

Semestinya Tessa Gray berbahagia–tidakkah semua pengantin berbahagia? Namun saat ia mempersiapkan pernikahannya dengan Jem Carstairs, kegelapan merapat kepada para Pemburu Bayangan di Institut London. Satu iblis baru muncul, iblis yang mempunyai ikatan darah dan rahasia dengan sang Magister, pria yang berencana menggunakan tentara automaton tanpa perasaan, the Infernal Devices, untuk menghancurkan Pemburu Bayangan. Dia hanya memerlukan satu bahan lagi untuk melengkapi rencana penghancurannya.

Dia memerlukan Tessa.

Tessa tahu Axel Mortmain, sang Magister, mengincarnya, tapi tidak tahu di mana atau kapan dia akan menyerang. Charlotte Branwell, kepala Institut London, mati-matian berusaha menemukan Mortmain lebih dulu. Sementara itu, dua pemuda yang sama-sama menginginkan cinta Tessa, Jem dan Will, rela melakukan apa pun demi menyelamatkan gadis itu. Karena walaupun Tessa dan Jem kini bertunangan, dan Will sadar harus memaksakan diri untuk mencari tambatan hati yang lain, cinta Will kepada Tessa tetap sedalam dahulu.

Kata-kata terakhir seorang Pemburu Bayangan yang tewas mengandung petunjuk yang bisa mengantarkan Tessa dan kawan-kawan kepada Mortmain. Tapi para Pemburu Bayangan di Institut London memerlukan dukungan untuk melawan Mortmain, padahal lembaga yang berkuasa di Idris kampung halaman mereka, Kunci, meragukan pernyataan mereka bahwa Mortmain akan datang. Dalam keadaan didiamkan oleh orang-orang yang seharusnya berpihak kepada mereka sementara musuh semakin dekat, para Pemburu Bayangan terperangkap saat Mortmain menyita obat satu-satunya yang dapat memperpanjang nyawa Jem. Kala sahabatnya berada di ambang maut, Will saja yang bisa mempertaruhkan segalanya demi menyelamatkan wanita yang mereka berdua cintai.

Selagi orang-orang yang mengasihi Tessa berusaha menolongnya, dan masa depan para Pemburu Bayangan bergantung kepadanya, Tessa sadar bahwa satu-satunya orang yang bisa menolongnya adalah dirinya sendiri–karena dengan mengetahui kemampuannya sendiri, Tessa mulai paham bahwa ia lebih kuat daripada yang pernah ia bayangkan. Tapi mampukah seorang gadis, sekalipun gadis itu bisa memanggil kekuatan para malaikat, menghadapi segenap tentara?

Bahaya dan pengkhianatan, rahasia dan pesona, serta jalinan ruwet cinta dan kehilangan berkelindan saat para Pemburu Bayangan terdesak ke tepi jurang kehancuran dalam akhir kisah yang menegangkan bagi trilogi the Infernal Devices.