Berbagai Padanan untuk “to Catch”

Dalam penerjemahan fiksi, tidak sering “to catch” diterjemahkan secara harfiah dengan “menangkap” seperti pada contoh ini.

The baby caught the ball with two hands.
Bayi itu menangkap bola dengan kedua tangannya.

Ada banyak padanan kata bagi “to catch” yang bergantung kepada penggunaannya dalam kalimat. Berikut ini contoh-contohnya.

Seeing him, I caught my breath. 
– Saat melihat dia, aku menahan napas.
– Karena melihat dia, napasku tersekat. (bila sesuai konteks)

I lashed out (my sword) and caught his knee.
– Aku mengayunkan pedangku dan mengenai lututnya.
– Aku menebas dan melukai lututnya. (bila sesuai konteks)

I mounted my horse, hoping to catch him before sunset.
– Aku menunggang kudaku, berharap bisa mencegatnya/menyusulnya sebelum matahari terbenam.

I didn’t make it in time to catch the train.
– Aku terlambat naik kereta.

She scanned the room and caught a glimpse of steel: my sword.
– Matanya menyisir ruangan dan menemukan kilat baja: pedangku.

The bush caught the hem of my dress.
– Gaunku tersangkut semak-semak.

My best friend caught my train of thought.
– Sahabatku bisa memahami alur pikiranku.

The new girl speaks with an unfamiliar accent; I can’t catch her words.
– Si anak baru berlogat aneh; aku tidak mengerti ucapannya.

Since both of them are my best friends, I got caught in their quarrel.
– Karena dua-duanya sahabatku, aku terjebak/terjepit dalam pertengkaran mereka.

from down under – dari Australia

“See, we hooked up with this kid from down under last year. We quickly found out why he’d left home.”

The Aussie dude goes to ground,” Liam said.

 

Saya cari di google, down under ternyata berarti di Australia. Tapi seharusnya saya sudah sadar dari ucapan The Aussie dude (sebenarnya kedua kalimat di atas berjarak beberapa paragraf).

 

“Begini, tahun lalu kami bergaul dengan anak dari Australia. Kami segera tahu kenapa dia minggat dari sana.

“Cowok Aussie itu bersembunyi,” kata Liam.


with strings attached – paket tambahan

 

A mum was what I wanted, more than anything.

I never realized she might come with strings attached.

 

Saya menemukan idiom ini di dalam novel Cherry Crush (The Chocolate Box Girls, buku 1) karya Cathy Cassidy. Cherry hanya tinggal bersama papanya sejak kecil, jadi ia sangat ingin punya mama. Ketika papanya berpacaran dengan seorang teman lama, Cherry berharap perempuan itu bisa menjadi mamanya. Saya sempat berpikir with strings attached mungkin maksudnya mamanya galak, suka mencambuk dengan strings, haha. Ternyata pada bab berikutnya diceritakan bahwa calon mama baru itu sudah punya beberapa anak yang akan menjadi saudara tiri Cherry.

Jadi, terjemahannya begini

 

Seorang mamalah yang aku inginkan, lebih daripada apa pun.

Aku tidak pernah sadar bahwa mama baru itu bisa punya satu paket tambahan.

Slacker – Pemalas?

Derek did a science fair experiment a couple years ago on bugs and decomposition… He was pissed. Only placed second in the city finals.”

“Slacker.”

 

Agak susah menerjemahkan slacker di sini. Menurut urbandictionary.com, “a slacker is someone who while being intelligent, doesn’t really feel like doing anything. A good example would be someone who gets Bs and As, while doing absolutely nothing other than playuaing video games on occasion.”

Tokoh Derek jelas bukan pemalas. Dia anak SMA yang sudah mengambil pelajaran anak kuliahan dan belajar dengan rajin. Jadi saya coba ini.

“Derek pernah membuat eksperimen untuk pameran sains dua tahun lalu tentang serangga dan pembusukan… Dia kesal. Hanya juara kedua di final kota.”

“Tidak serius saja dapat juara dua.”

Ada saran?

Crank – orang gila atau tukang ngobat?

That would bring out every crank in Buffalo.

Ceritanya, Chloe (tokoh utama The Awakening, buku kedua seri Darkest Powers karya Kelley Armstrong) sedang melarikan diri dan papanya menawarkan imbalan setengah juta dolar bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi demi keselamatan Chloe.

Saya agak kesulitan memahami kata crank di sini. Maka saya mencari definisi Crank di urbandictionary. Beberapa di antaranya adalah “nama narkoba berat”, “mengeraskan (volume suara)”, dan “orang gila”. Saya sempat mempertimbangkan untuk menggunakan “orang gila” tapi tidak cocok ya… Orang gila kan tidak tertarik dengan uang. Jadi saya modifikasi saja pilihan pertama menjadi pecandu narkoba (yang pasti butuh BANYAK uang untuk membiayai “kebutuhan” mereka).

Hasil akhirnya begini

Itu akan memancing semua pecandu narkoba di Buffalo.

Aubrey Fitzwilliam hates being dead – udah mati belum ya?

Di kuliah penerjemahan, saya diajarkan pemahaman konteks sangat penting bagi penerjemahan. Contoh praktisnya pernah saya alami saat menyunting Blaze of Glory (seri The Laws of Magic, buku 1) karya Michael Pryor.

Kalimat aslinya adalah
Aubrey Fitzwilliam hates being dead.

Terjemahan awalnya begini
Aubrey Fitzwilliam benci menjadi orang yang mati.

Saya jadi bingung karena setelah itu Aubrey berlari mengelilingi bukit, dengan kakinya, tidak mengambang seperti hantu. Berarti Aubrey belum mati?

Saya lewatkan dulu kalimat itu (kalimat pertama dalam buku itu, tepatnya). Akhirnya saya pahami dari bab berikutnya bahwa Aubrey pernah berusaha mempraktikkan sihir terlarang. Aubrey melepaskan roh dari tubuhnya dan hampir terseret ke alam baka. Dia berhasil menyambung rohnya kembali ke tubuhnya, tapi sambungan itu terlalu lemah. Maka Aubrey selalu merasa rohnya ditarik-tarik ke dalam kematian sesungguhnya, selalu berada di ambang kematian.

Saya pun kembali ke halaman pertama dan mengubah kalimat itu menjadi
Aubrey Fitzwilliam benci berada di ambang kematian.