Latihan TSN 4

Akhir pekan ini saya akan menjalani Tes Sertifikasi Nasional HPI untuk Penerjemah. Saya mengambil tes kategori umum untuk pasangan bahasa Inggris-Indonesia. Informasi lanjutan mengenai TSN 2016 dapat dilihat di sini. Singkatnya, peserta tes menerjemahkan dua artikel yang totalnya sekitar 1.000 kata, berarti masing-masing sekitar 500 kata. Peserta boleh membawa materi cetak untuk mempermudah penerjemahan.

Saya mengumpulkan beberapa artikel dengan berbagai topik untuk saya jadikan latihan. Teks yang saya tampilkan di bawah ini adalah terjemahan dari sebuah artikel di nasa.gov. Artikel ini terdiri dari 515 kata teks sumber atau 466 kata teks terjemahan dan diterjemahkan dalam 65 menit. Materi pendukung yang saya gunakan adalah Kamus Inggris-Indonesia (John M. Echols dan Hassan Shadily, Gramedia, 2006), Tesamoko: Tesaurus Bahasa Indonesia Edisi Kedua (Gramedia, 2016), dan Collins Compact Dictionary & Thesaurus Second Edition (Harper Collins, 2006).

Klik di sini untuk melihat teks sumber.

 

Penelitian Hewan Pengerat Berperan dalam Pengobatan Osteoporosis

 

Teknologi NASA

Astronot tahu tubuh mereka akan mengalami cobaan selama menghabiskan waktu di International Space Station (ISS), dari banyaknya matahari terbit per hari yang mengacaukan jam tubuh hingga kurangnya gravitasi yang menyebabkan penurunan kepadatan tulang dan massa otot. NASA sedang melakukan penelitian untuk menangkal situasi-situasi luar dunia ini agar manusia dapat menjelajahi angkasa dalam durasi panjang—misalnya, penerangan khusus membantu astronot tidur, dan jadwal olahraga yang ketat membantu astronot menjaga kesehatan tubuhnya—tapi penurunan kepadatan tulang tetap terjadi.

Jacob Cohen, kepala ilmuwan di Ames Research Center, berkata para ilmuwan NASA dan peneliti-peneliti lain tahu penurunan ini terjadi akibat pemasukan dan pengeluaran, atau tiadanya tarikan gravitasi terhadap tubuh. Memahami tanggapan tubuh terhadap lingkungan di angkasa menjadikan NASA mampu mengembangkan langkah-langkah penangkalan yang efektif untuk misi berdurasi panjang—sekaligus membantu mengatasi penyakit yang terjadi di Bumi.

“Sebagai ilmuwan, kita ingin tahu mekanisme apa yang memengaruhi penurunan kepadatan tulang, mekanisme apa yang memengaruhi penurunan massa otot,” kata Cohen. “Kami ingin memastikan kami menjaga kru sesehat mungkin sehingga ketika mereka kembali, mereka dapat hidup seperti biasa.”

Di Bumi, banyak kekhawatiran tentang penurunan kepadatan tulang adalah tentang osteoporosis di antara perempuan paruh baya dan laki-laki lanjut usia.

Amgen, sebuah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Thousand Oaks, California, sudah bertahun-tahun mengerjakan pengobatan baru untuk osteoporosis. Bergandengan dengan Louis Stodieck, seorang profesor peneliti di University of Colorado di Boulder dan direktur BioServe Space Technologies, Amgen bekerja sama dengan NASA untuk merancang eksperimen terhadap hewan pengerat yang dapat bermanfaat bagi astronot dan manusia di Bumi.

 

Transfer Teknologi

“Idenya adalah kita dapat mengetahui bagaimana sesuatu akan terjadi pada tubuh manusia jika kita punya model binatang yang bagus yang dapat memperkirakan bagaimana respon tubuh manusia nanti, baik terhadap lingkungan maupun terhadap langkah apa pun yang kita ingin uji untuk meredakan masalah apa pun dari lingkungan itu,” Stodieck menjelaskan.

Dalam kasus ini, sekelompok tikus ke angkasa dalam durasi pendek. Dengan Modul Uji Coba Biomedis Komersial yang dirancang oleh para peneliti di Ames, 15 tikus, semua berusia sekitar 10 minggu, diberikan molekul antibodi sklerostin yang dikembangkan oleh Amgen satu hari sebelum peluncuran, sedangkan 15 ekor tikus lain pada usia sama diberikan perawatan palsu, kata Chris Paszty, pemimpin penelitian perusahaan untuk program sklerostin. Dua kelompok tikus lain tetap di Bumi dan menerima perawatan yang sama pada waktu yang sama.

Pelemahan tumor otak

Sklerostin adalah protein yang dikeluarkan oleh tulang yang memberi sinyal kepada tubuh untuk mengurangi pembentukan tulang baru dengan bertindak seperti rem mobil, kata Pazty. Antibodi sklerostin, yang menghalangi sklerostin, “melepaskan rem” sehingga pembentukan tulang baru meningkat, yang menghasilkan peningkatan kepadatan mineral, struktur tulang, dan tenaga. Hipotesis untuk eksperimen Space Shuttle 2011 adalah bahwa, setelah dua minggu mengalami mikrogravitasi, tulang tikus yang disuntik dengan antibodi sklerostin sebelum pergi ke angkasa tidak akan mendapatkan efek negatif sebanyak kelompok yang menerima perawatan palsu.

 

Latihan TSN 3

Akhir pekan ini saya akan menjalani Tes Sertifikasi Nasional HPI untuk Penerjemah. Saya mengambil tes kategori umum untuk pasangan bahasa Inggris-Indonesia. Informasi lanjutan mengenai TSN 2016 dapat dilihat di sini. Singkatnya, peserta tes menerjemahkan dua artikel yang totalnya sekitar 1.000 kata, berarti masing-masing sekitar 500 kata. Peserta boleh membawa materi cetak untuk mempermudah penerjemahan.

Saya mengumpulkan beberapa artikel dengan berbagai topik untuk saya jadikan latihan. Teks yang saya tampilkan di bawah ini adalah terjemahan dari sebuah artikel di nationalgeographic.com. Artikel ini terdiri dari 538 kata teks sumber atau 483 kata teks terjemahan dan diterjemahkan dalam 65 menit. Materi pendukung yang saya gunakan adalah Kamus Inggris-Indonesia (John M. Echols dan Hassan Shadily, Gramedia, 2006), Tesamoko: Tesaurus Bahasa Indonesia Edisi Kedua (Gramedia, 2016), dan Collins Compact Dictionary & Thesaurus Second Edition (Harper Collins, 2006).

Klik di sini untuk melihat teks sumber.

 

Cara Memetakan Sungai dengan Bubuk Mesiu

 

COLORADO SPRINGS, Colorado—Unsur tidak tertebak adalah hal yang memikat kartografer Matt Doley kepada konsep membuat peta dengan bubuk mesiu.

“Mustahil mengaturnya,” kata dia. “Jadi ini adalah kesempatan untuk pasrah, relaks, dan membuka diri terhadap kejutan.”

Setelah sepuluh tahun menjadi profesor di University of Wisconsin-River Falls, Dooley merasa terkekang oleh kerutinan. “Kartografi yang hambar dan membosankan” adalah cara dia mendeskripsikan pekerjaannya pada masa itu. Kemudian pada suatu hari, di halaman kampus dekat kantornya, dia melihat beberapa mahasiswa seni sedang bereksperimen dengan bubuk mesiu dan kertas, menyulut karya mereka.

“Saya langsung terpesona,” kata Dooley. Dia sudah melihat dokumentasi tentang seni bubuk mesiu karya seniman Tiongkok bernama Cai Gua-Qiang, tapi dulu tidak terpikir olehnya untuk mencobanya sendiri hingga momen di halaman kampus itu. “Saya pikir, apakah sudah ada orang mencoba membuat peta dengan bubuk mesiu?”

Dengan bantuan Randy Johnston, profesor UW sekaligus seniman bubuk mesiu yang sudah mapan, Dooley mempelajari dasar-dasarnya dan mulai bereksperimen dengan membuat peta-peta sungai.

Untuk membuat peta bubuk mesiu, pertama-tama Dooley membuat stensil kertas berdasarkan sebuah sungai. Lalu dia mengapit stensil itu dengan dua lembar kertas dan dua potong tripleks, dengan bubuk mesiu di atas stensil. Setelah apitan itu dibebani oleh batu-batu bata, Dooley membakar sumbu dan mundur.

Ketika tersulut, bubuk mesiu menodai kertas di bawah stensil dengan hasil yang berbeda-beda, tergantung jumlah bubuk yang digunakan dan bobot beban di atasnya. Terlalu banyak bubuk mesiu menghancurkan stensil dan menjadikannya tidak berbentuk, walaupun kadang-kadang terlihat menarik, berantakan di kertas. Kombinasi yang tepat di antara bubuk mesiu dan bobot beban dapat menciptakan pola detail yang cantik.

Dooley sudah mengasah keahliannya dari pengalaman mencoba-coba, dengan beberapa kecelakaan kecil saja. Contoh, dia sudah tahu bahwa lebih baik kita menyediakan waktu untuk menjauhi bubuk mesiu dengan menggunakan sumbu panjang. Pelajaran ini diperolehnya setelah Dooley berusaha menyalakan bubuk mesiu dengan obor las dan kehilangan cukup banyak rambut wajah.

Subjek yang lebih disukai Dooley adalah sungai, seperti Sungai Mississippi dan Missouri pada gambar di atas di daerah Twin Cities. Satu alasan dia suka memetakan sungai, katanya, adalah terlalu banyak peta referensi AS didominasi oleh jalan alih-alih sistem alam. Sekarang dia menarik perhatian masyarakat kepada  sistem-sistem alam itu dengan meledak-ledak.

Sebenarnya, bunyinya “fhhhwuum,” kartografer Nick Martinelli berkata dalam presentasi peta-peta bubuk mesiu di rapat tahunan Himpunan Informasi Kartografi Amerika Utara di Colorado Springs pada Oktober ini.

Martinelli belajar cara membuat peta bubuk mesiu di bengkel kerja yang diadakan Dooley tahun lalu. Para peserta bekerja sama membuat peta Sungai Mississippi dari Minneapolis hingga St. Louis (di atas pos ini), yang menarik banyak perhatian saat dipamerkan di konferensi Himpunan dan dimasukkan ke dalam Atlas of Design baru. Setiap petak peta dibuat oleh peserta yang berbeda, dan kita dapat melihat foto dari dekat di bawah ini bahwa hasilnya berbeda-beda berdasarkan seberapa terkendali atau liarnya penampakan setiap bagian. Walaupun bubuk mesiu dipandu oleh stensil, kadang-kadang ada bubuk yang lolos dan membuat efek berseni di luar jalur sungai.

Latihan TSN 2

Akhir pekan ini saya akan menjalani Tes Sertifikasi Nasional HPI untuk Penerjemah. Saya mengambil tes kategori umum untuk pasangan bahasa Inggris-Indonesia. Informasi lanjutan mengenai TSN 2016 dapat dilihat di sini. Singkatnya, peserta tes menerjemahkan dua artikel yang totalnya sekitar 1.000 kata, berarti masing-masing sekitar 500 kata. Peserta boleh membawa materi cetak untuk mempermudah penerjemahan.

Saya mengumpulkan beberapa artikel dengan berbagai topik untuk saya jadikan latihan. Teks yang saya tampilkan di bawah ini adalah terjemahan dari sebuah artikel di nationalgeographic.com. Artikel ini terdiri dari 491 kata teks sumber atau 483 kata teks terjemahan dan diterjemahkan dalam 59 menit. Materi pendukung yang saya gunakan adalah Tesamoko: Tesaurus Bahasa Indonesia Edisi Kedua (Gramedia, 2016) dan Collins Compact Dictionary & Thesaurus Second Edition (Harper Collins, 2006).

Klik di sini untuk melihat teks sumber.

Gajah Pengungsi Berlindung di Suaka Terakhir Afrika

Taman Nasional Chobe, Botswana – Gajah-gajah berenang menyeberangi sungai dalam satu barisan, belalai mereka terulur ke atas air seperti snorkel. Sambil menggerung dengan suara berat dari tenggorokannya, mereka merapatkan tubuh mereka, membentuk biduk hidup untuk memanggul anak gajah yang terlalu mungil untuk berenang sendiri.

Armada kecil fauna berkulit tebal ini mempunyai tempat tujuan yang berbahaya: Pesisir berumput di Namibia, tempat gajah menjadi permainan gratis bagi pemburu legal. Mereka akan mempertaruhkan nyawa untuk makan di sini sebelum menyeberangi Sungai Chobe lagi, kembali ke taman Nasional Chobe Botswana yang aman.

Untuk menghindari para pemburu gading di negara-negara tetangga seperti Namibia, Zambia, dan Angola, gajah-gajah seperti keluarga gajah ini beramai-ramai melarikan diri ke Chobe, tempat sebagian besar perburuan ilegal diredam.

“Gajah-gajah kami pada dasarnya adalah pengungsi,” kata Michael Chase, pendiri kelompok konservasi Elephants Without Borders yang berbasis di Botswana. Mereka mengupayakan koridor lintasbatas untuk para gajah bepergian dengan aman antarnegara.

Gajah bukan satu-satunya binatang yang berjuang bertahan hidup di Botswana utara yang gersang dan sulit. Namun, walaupun Chobe menyediakan sejumlah perlindungan, tempat itu bukanlah suaka yang paling nyaman. Ekosistemnya yang semakin kering menjadi semakin rapuh juga saat menyambung hidup begitu banyak binatang berbobot enam ton, masing-masing makan hampir 300 kilogram pangan per hari.

Dari helikopter di atas Taman pada Oktober siang yang sangat terik, bentangan alam itu terlihat seperti, menurut Chase, bekas terkena nuklir dalam perang: Hanya ada beberapa area kecil yang masih hijau menghiasi lahan berisi pepohonan dan semak-semak kering yang terbentang bagai tiada akhir.

Raksasa-raksasa kelabu itu, terlihat sangat besar bahkan dari udara, bergerak perlahan di bawah, mengikuti hidung mereka yang menunjukkan jalan ke segelintir lubang air yang tersisa pada musim ini. Hujan semestinya turun sebentar lagi, tapi sementara ini gajah-gajah terdesak. Mereka bisa minum air sungai, tapi mereka lebih suka minum dari lubang air terpisah karena sungai biasanya berbahaya untuk disinggahi dalam waktu lama.

“Gajah-gajah ini sudah makan beberapa tanaman, seperti pohon marula dan akasia, hingga punah dalam skala lokal. Karena terpaksa makan kulit pohon, beberapa gajah Chobe mati akibat sumbatan saluran pembuangan,” kata Chase.

“Ironi dari gajah-gajah mengungsi di Gurun Kalahari, lingkungan yang tidak memadai untuk menopang gajah sebanyak ini, adalah tragedi,” katanya.

Dikepung oleh pemburu dan perkembangan peradaban manusia, jumlah gajah Afrika merosot hingga 30 persen dalam beberapa puluh tahun belakangan, menurut Sensus Gajah Besar 2016, survei gajah terbesar yang pernah dilakukan dalam skala benua.

Dulu tersebar dari dataran pesisir Cape Town hingga kaki Gunung Kilimanjaro, spesies ini telah jatuh dari 1,3 juta pada tahun 1970-an menjadi 352.000 sekarang, menurut survei yang dipimpin oleh Elephants Without Borders itu. The International Union for Conservation of Nature memasukkan gajah Afrika ke dalam daftar fauna yang rawan punah.

Ketika Chase mulai memasang kerah dan melacak raksasa-raksasa ini 20 tahun lalu, dia terkejut melihat data awal GPS yang dia peroleh: gajah-gajah melarikan diri dari wilayah-wilayah yang tidak aman ke wilayah-wilayah yang aman, lalu melakukan perjalanan akbar untuk pulang.

 

Latihan TSN 1

This is a nonprofit Indonesian translation of this article for portfolio purpose.

Robot Pertama yang Otonom dan Seluruhnya Lunak

Bertenaga reaksi kimia yang dikendalikan dengan mikrofluida, “octobot” buatan pencetak 3D tidak punya bahan elektronik.

oleh Leah Burrows, SEAS Communications

Tim peneliti di Harvard Univesity yang ahli dalam bidang pencetakan 3-D, teknik mekanika, dan mikrofluida sudah memamerkan robot pertama yang otonom, nirtambatan, dan seluruhnya lunak. Robot kecil hasil cetak 3-D ini – dipanggil “octobot” – dapat membuka jalan bagi generasi baru mesin-mesin serupa.

Robot lunak dapat mendukung revolusi akan cara manusia berinteraksi dengan mesin. Namun, peneliti kesulitan membangun robot yang benar-benar sesuai kehendak. Daya listrik dan sistem kendali – seperti baterai dan papan sirkuit  – berbahan keras, dan hingga sekarang robot bertubuh lunak harus mempunyai tambatan terhadap sistem di luar tubuhnya atau dipasangi dengan komponen keras.

Robert Wood, Profesor Charles River di bidang Teknik dan Sains Terapan, dan Jennifer A. Lewis, Profesor Hansjorg Wyss di bidang Teknik Berinspirasi Biologi di Harvard John A. Paulson School of Engineering and Applied Sciences (SEAS), memimpin penelitian ini. Lewis dan Wood juga menjadi staf di Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering di Harvard University.

“Visi yang sudah lama ada di bidang teknik robot lunak adalah membuat robot yang seluruhnya lunak, tapi kesulitannya selalu dalam hal menggantikan komponen keras seperti baterai dan kendali elektronik dengan sistem lunak analog lalu menggabungkan semuanya,” kata Wood. “Penelitian ini menunjukkan bahwa kita dapat dengan mudah membangun komponen-komponen kunci untuk robot sederhana yang sepenuhnya lunak, yang menjadi fondasi bagi desain-desain yang lebih rumit.”

Continue reading “Latihan TSN 1”

Serunya Menerjemahkan Lagu Eyes on Me (Final Fantasy VIII)

Tahun lalu, Oktober atau mungkin lebih jauh lagi, saya diajak oleh Christian Bong untuk menerjemahkan lagu-lagu. Bong berencana membuat cover lagu-lagu populer Jepang dan menayangkannya di YouTube. Kala itu belum terbayang oleh saya seberapa serius video musik garapan Bong. Ketika akhir 2014 Bong menerbitkan video cover lagu film layar lebar Doraemon dengan lirik Indonesia, saya membatin, wooow bagus banget. Rasanya sudah lama saya tidak menikmati video musik Indonesia dari segi visual, musik dan vokalnya sekaligus.

Saya menerjemahkan dua lagu (bukan lagunya Doraemon) dalam waktu dua hari efektif (pernah beberapa kali saya tengok lagi, tapi sebentar saja). Ini pengalaman baru bagi saya, karena biasanya saya menerjemahkan buku. Memang saya pernah menerjemahkan lirik lagu di dalam buku, tapi tidak ada rekaman lagu yang bisa dijadikan rujukan dan terjemahannya tidak akan dinyanyikan.

Salah satu lagu yang saya terjemahkan adalah Eyes On Me, soundtrack game legendaris Final Fantasy VIII. Judul satu lagu lagi belum bisa saya ungkap. Kita tunggu saja hingga Bong selesai menggarapnya. Lirik lagu memang tidak banyak, tapi pengerjaannya butuh waktu cukup lama karena saya harus menyanyikannya. Penerjemahan lagu perlu ketepatan suku kata. Jadi, pertama saya menerjemahkan sekenanya, lalu saya mencocokkannya dengan menyanyikannya. Seharian saya menyanyi sendiri di kosan, hahaha. Tidak masalah suara fals, yang penting ketukannya pas dan tidak ada kata yang terpisah secara ganjil. Pada akhirnya Bong selaku penyanyi lagu ini menyunting lirik terjemahan saya agar semakin luwes.

Saya kaget ketika sekitar sebulan lalu Bong mengabari saya bahwa dia sedang meneruskan Eyes On Me dan berduet dengan… Kevin Aprilio (musisi, anak Addie MS dan Memes). Yah, mereka memang teman sekampus dan Kevin pernah membawakan battle theme Final Fantasy VII di sebuah konser.

Beberapa hari lalu, akhirnya, video musik Eyes On Me versi bahasa Indonesia tayang di YouTube. Video musik ini mendapatkan banyak tanggapan positif, lebih dari 8.000 view, dan diliput di berbagai media online. Liriknya bisa dibaca di tautan ini.

Terima kasih kepada Bong yang sudah mengajak saya. 😀

Cara Mengusulkan Judul Buku Kepada Penerbit

Kadang-kadang, sebagai penerjemah, kita menemukan buku menarik dan ingin sekali menerjemahkannya. Maka kita pikir kita perlu mengusulkan buku itu agar diterbitkan oleh penerbit (dan memberikan order terjemahannya kepada kita). Bagaimana caranya? Apakah kita sekadar mencolek editor-in-house kenalan kita dan beri tahukan judul dan pengarangnya?

Contoh buku-buku terjemahan
Contoh buku-buku terjemahan; kerjaan saya hanya salah satu

Continue reading “Cara Mengusulkan Judul Buku Kepada Penerbit”

Assassin’s Creed: Unity (novel teaser – Indonesian translation)

“Aku telah dihabisi, ditipu, dan dikhianati.

Mereka membunuh ayahku—dan aku akan membalaskan dendam ini,

apa pun risikonya!”

cover unity

1789: kota Paris yang megah menyaksikan terbitnya Revolusi Prancis. Jalanan berkerikil berubah menjadi sungai darah ketika rakyat bangkit menentang golongan bangsawan yang menindas mereka. Tapi keadilan revolusi harus dibayar dengan sangat mahal…

Pada masa jurang antara si kaya dan si miskin mencapai jarak terjauh, dan sebuah negara menghancurkan dirinya sendiri, seorang pemuda dan seorang gadis berjuang untuk membalaskan apa saja yang telah direnggut dari mereka.

Segera Arno dan Élise terseret ke dalam pertarungan antara Assassin dan Templar yang sudah berlangsung ratusan tahun—sebuah dunia penuh dengan bahaya yang lebih mematikan daripada jangkauan imajinasi mereka.

Continue reading “Assassin’s Creed: Unity (novel teaser – Indonesian translation)”

Cokeworth (J.K. Rowling) – Terjemahan Bahasa Indonesia

J.K. Rowling release a new information (not story) about Harry Potter world. Click here to see the source.

Below is a nonprofit Indonesian translation of “Cokeworth”. If you are a representative of J.K. Rowling and you want me to take this post down, please contact me here.

Baca terjemahan saya untuk materi Harry Potter lainnya di sini.

source: http://imaginationlane.net/blog/wp-content/uploads/2014/04/harry-wizard-surprised.jpg

Cokeworth adalah kota fiktif di pedalaman Inggris tempat Harry menginap di Hotel Railview bersama bibi, paman, dan Dudley sepupunya. Nama Cokeworth dipilih untuk memberikan kesan sebuah kota industri, dan membuat kita membayangkan tempat orang bekerja keras dan berdebu.

Walaupun tidak pernah ditulis secara eksplisit di buku, Cokeworth adalah tempat Petunia dan Lily Evans dan Severus Snape dibesarkan. Ketika Bibi Petunia dan Paman Vernon berusaha menghindari surat-surat dari Hogwarts, mereka pergi ke Cokeworth. Mungkin Paman Vernon salah sangka di Cokeworth tidak ada sihir, bahwa surat-surat itu tidak akan bisa menyusul mereka ke sana. Semestinya dia sudah tahu; karena adik Petunia, Lily, menjadi penyihir berbakat di Cokeworth.

Karena itulah Cokeworth menjadi tempat yang dikunjungi Bellatrix dan Narcissa dalam buku Harry Potter and the Half-Blood Prince, tempat mereka mengunjungi Snape di rumah orangtuanya. Di Cokeworth ada sungai yang membelah kota, ada peninggalan dari setidaknya satu pabrik besar berupa sebuah cerobong asap yang menjulang di hadapan rumah Snape, dan banyak jalan sempit yang dipenuhi rumah pekerja.

Bab 1 Leviathan karya Scott Westerfeld – Terjemahan Bahasa Indonesia

This is a nonprofit Indonesian translation of Chapter 1 of Leviathan by Scott Westerfeld that is available on the writer’s official website. Click here to see the source. Pictures are inserted from Goodreads.com and the writer’s official website.

Kuda-kuda Austria mengilap tersorot sinar rembulan, para penunggang mereka berdiri tegak di pelana, pedang mereka diacungkan. Di belakang mereka ada dua jajaran mesin berkaki dengan tenaga diesel sudah berdiri siap untuk menembak, Meriam diarahkan ke atas kepala pasukan kavaleri. Sebuah pesawat zeppelin mengintai tempat kosong di tengah medan perang, kulit logamnya berkilauan.

Pasukan infanteri Prancis dan Inggris merangkak di belakang benteng mereka—sebuah pembuka surat, sebotol tinta, dan sebaris pena bulu—sadar bahwa mereka tidak mungkin menang melawan Kekaisaran Austria-Hungaria yang perkasa. Tapi sederet monster-monster Darwinis menjulang di belakang mereka, siap melahap siapa pun yang berani mundur.

Serangan hampir dimulai ketika Pangeran Aleksandar mengira mendengar ada orang di balik pintunya…

Continue reading “Bab 1 Leviathan karya Scott Westerfeld – Terjemahan Bahasa Indonesia”

Tanya Jawab Perihal Menjadi Penerjemah Buku

Sebagai penerjemah yang (sok) eksis di dunia maya (demi bantu promosi buku-buku terjemahan), saya banyak ditanya tentang cara menjadi penerjemah. Kalau sedang rajin, saya beri penjelasan. Kalau sedang malas, saya beri daftar tautan artikel-artikel terkait. Sekarang saya pikir sebaiknya saya gabung keduanya–penjelasan dan daftar tautan–jadi kali berikutnya ditanya, saya bisa beri satu tautan saja. :))

Ah, seandainya presentasi saya di UIN bulan lalu direkam, saya unggah saja ke YouTube, karena di situ saya jelaskan dengan lengkap perihal profesi penerjemah buku. Setidaknya, teman-teman bisa unduh lembar presentasinya di sini.

foto kamus
> Bagaimana cara menjadi penerjemah buku?
Silakan baca artikel ini: Cara Menjadi Penerjemah. Sebelum mengirim CV, kamu harus banyak berlatih, banyak membaca, banyak bergaul dengan pembaca, penulis, dan penerbit. Bergaulnya dengan tulus, ya, bukan dengan selalu minta ditunjukkan jalan menjadi penerjemah. Cara bergaul dengan tulus? Datang ke acara-acara buku terjemahan, buat review buku-buku terjemahan, ikuti perkembangan buku-buku terjemahan. Buat terjemahan untuk tulisan-tulisan yang sudah diedarkan untuk umum (jangan dari e-book bajakan), misalnya karya-karya yang sudah masuk public domain (pengarangnya sudah meninggal setidaknya 50 tahun lalu), bab pertama buku yang diedarkan untuk promosi (intip web penulis atau penerbit luar negeri) seperti ini, menerjemahkan puisi seperti ini, menerjemahkan lagu seperti ini, atau cerita lepas seperti The Story of Dolores Umbridge. Terbitkan terjemahanmu di blog lalu bagikan ke grup-grup di media sosial. Jangan lupa minta kritik dan saran agar kamu bisa belajar. Continue reading “Tanya Jawab Perihal Menjadi Penerjemah Buku”