The Story of Dolores Umbridge by J.K. Rowling (terjemahan bahasa Indonesia)

Kisah Dolores Jane Umbridge karya J.K. Rowling
diterjemahkan secara nirlaba oleh Melody Violine
sumber teks: https://www.pottermore.com/en/jkr-writing
Baca terjemahan saya untuk materi Harry Potter lainnya di sini.

source: http://harrypotter.wikia.com/wiki/Dolores_Umbridge
source: http://harrypotter.wikia.com/wiki/Dolores_Umbridge

Dolores Jane Umbridge adalah anak pertama sekaligus anak perempuan satu-satunya dari Orford Umbridge, seorang penyihir, dan Ellen Cracknell, seorang Muggle. Orangtua Dolores juga mempunyai seorang anak laki-laki yang Squib. Pernikahan orangtua Dolores tidak bahagia, dan diam-diam Dolores membenci mereka berdua: Orford dibencinya karena tidak punya ambisi (Orford tidak pernah naik pangkat, dan bekerja di Departemen Pengawasan Sihir di Kementrian Sihir), sementara ibunya, Ellen, dibencinya karena canggung, tidak rapi, dan berkeluarga Muggle. Baik Orford maupun putrinya menyalahkan Ellen atas ketidakmampuan adik Dolores dalam menyihir. Hasilnya, kala Dolores berusia lima belas tahun, keluarga itu pecah menjadi dua, Orford dan Dolores tetap bersama, sementara Ellen menghilang kembali ke dunia Muggle bersama putranya. Dolores tidak pernah bertemu baik ibu maupun adiknya lagi, tidak pernah menyebut mereka juga, dan sejak saat itu mengaku kepada semua orang yang ditemuinya bahwa dia seorang darah-murni.

Sebagai penyihir mumpuni, Dolores langsung bergabung dengan Kementrian Sihir selepas dari Hogwarts, bekerja sebagai anak magang rendahan di Kantor Pengawasan Penyalahgunaan Sihir. Bahkan sewaktu baru berusia tujuh belas tahun, Dolores sudah gemar menghakimi, menaruh prasangka, dan berperilaku sadis. Namun, sikapnya yang hati-hati dan mulutnya yang manis kepada atasan, juga caranya yang tega dan licin dalam mengakui hasil kerja orang lain sebagai hasil kerjanya sendiri memuluskan jalannya di Kementrian. Sebelum berusia tiga puluh tahun, Dolores naik pangkat menjadi kepala kantor tersebut, dan sedikit lagi dia bisa meraih jabatan-jabatan yang lebih tinggi di manajemen Departemen Penegakan Hukum Sihir. Pada saat itu, dia sudah membujuk ayahnya untuk pensiun dini, dan dengan menetapkan sedikit tunjangan untuk Orford, Dolores memastikan ayahnya keluar tanpa disadari banyak orang. Setiap kali Dolores ditanya (biasanya oleh rekan kerja yang tidak senang kepadanya) “apakah kau berhubungan keluarga dengan si Umbridge yang biasa mengepel lantai di sini?” dia menyunggingkan senyum termanis, lalu tertawa, dan menyangkal hubungan apa pun, lantas mengaku-ngaku bahwa mendiang ayahnya dulu adalah anggota terkemuka di Wizengamot. Hal-hal buruk biasa terjadi kepada orang-orang yang bertanya soal Orford, atau apa pun yang Dolores tidak senang bicarakan. Maka orang-orang yang ingin diperlakukan baik olehnya berpura-pura memercayai cerita Dolores tentang asal-usulnya.

source: http://harrypotter.wikia.com/wiki/Dolores_Umbridge

Walaupun sudah berusaha sebaik mungkin untuk mengambil hati salah seorang atasannya (dia tidak pernah benar-benar peduli siapa orangnya, tapi tahu bahwa status sosial dan keselamatan karirnya akan bertambah apabila dia mempunyai suami yang berkuasa), Dolores tidak pernah berhasil menikah. Walaupun orang-orang menghargai kerja keras dan ambisinya, mereka yang paling mengenal Dolores merasa sulit menyukainya. Sesudah menenggak segelas sherry manis, Dolores cenderung mengumbar pendapat-pendapatnya yang tidak berperasaan. Bahkan orang-orang yang anti-Muggle sangat terkejut mendengar beberapa usul yang Dolores ungkapkan di ruang terkunci tentang perlakuan yang patut diterima oleh masyarakat nonsihir.

Semakin tua dan semakin tega, dan semakin tinggi pangkatnya di Kementrian, kesukaan Dolores kepada asesoris ala anak perempuan kecil semakin menjadi-jadi; kantornya penuh dengan renda dan lipit, dan dia menyukai apa pun yang berhiasan anak kucing (walaupun merasa kucing sungguhan itu jorok dan merepotkan). Ketika Mentri Sihir Cornelius Fudge semakin cemas dan paranoid bahwa Albus Dumbledore berambisi menggulingkan dia, Dolores berhasil memanjat ke jantung kekuasaan, dengan mengompori keangkuhan dan ketakutan Fudge, dan mencitrakan dirinya sebagai salah satu dari sedikit saja orang yang bisa dipercayai oleh Fudge.

Ditunjuknya Dolores sebagai Inkuisitor di Hogwarts memberinya tempat pelampiasan penuh, untuk kali pertama seumur hidupnya, untuk menghakimi dan bertindak kejam kepada orang lain. Dia tidak senang saat bersekolah di Hogwarts, karena tidak pernah diberikan posisi yang berwenang, jadi dia menikmati kesempatan untuk kembali ke Hogwarts dan berbuat sewenang-wenang kepada orang-orang yang dulu tidak (menurutnya) menghargainya.
Dolores takut, dan lama-lama mempunyai fobia, kepada makhluk yang tidak benar-benar, atau tidak sepenuhnya, manusia. Ketidaksukaannya terhadap Hagrid yang separuh raksasa, dan ketakutannya terhadap centaurus, mengungkapkan ketakutannya terhadap sesuatu yang asing dan liar. Dia orang yang sangat harus memegang kendali, dan apa pun yang menentang wewenangnya dan sudut pandangnya, menurut dia, harus dihukum. Secara aktif dia senang menundukkan dan mempermalukan orang lain. Selain aliansi yang mereka akui, sedikit saja perbedaan antara Dolores dan Bellatrix Lestrange.

Masa dinas Dolores di Hogwarts berakhir dengan kacau, karena dia melanggar batas wewenang yang diberikan oleh Fudge, terbawa oleh rasa fanatiknya terhadap kekuasaan diri. Terpukul tapi tidak kapok setelah karirnya di Hogwarts berakhir berantakan, Dolores kembali ke Kementrian, yang sudah tenggelam dalam kerusuhan akibat kembalinya Lord Voldemort.

source: http://harrypotter.wikia.com/wiki/Dolores_Umbridge

Dalam pergantian rezim sesudah Fudge terpaksa mengundurkan diri, Dolores berhasil menyelinap menduduki jabatan lamanya lagi di Kementrian. Mentri Sihir yang baru, Rufus Scrimgeour, ditekan oleh banyak masalah yang lebih genting daripada Dolores Umbridge. Scrimgeour kemudian menanggung akibat dari kelalaian ini. Kenyataan bahwa Kementrian tidak pernah mengukum Dolores yang telah banyak menyalahgunakan kekuasaan membuat Harry Potter memandang Kementrian malas dan lalai. Harry menganggap tetap dipekerjakannya Dolores, dan tidak adanya tanggapan terhadap perilaku Dolores di Hogwarts, sebagai bukti sudah terlalu rusaknya Kementrian. Karena itulah Harry tidak mau bekerja sama dengan Mentri yang baru (Dolores adalah satu-satunya orang, selain Lord Voldemort, yang meninggalkan bekas luka permanen pada Harry, dengan memaksa Harry menggoreskan kalimat “Saya tidak boleh berbohong” pada punggung tangannya sendiri saat menjalani detensi).

Tak lama kemudian Dolores mendapatkan masa yang paling menyenangkan di Kementrian. Ketika Kementrian diambil alih oleh Mentri boneka Pius Thicknesse, dan disusupi oleh para pengikut Lord Voldemort, Dolores akhirnya mengungkapkan sifat aslinya. Dinilai dengan tepat, oleh para Pelahap Maut senior, sebagai orang yang mempunyai jauh lebih banyak kesamaan dengan mereka daripada dengan Albus Dumbledore, Dolores tidak hanya mempertahankan jabatannya tapi juga diberikan wewenang tambahan, yaitu menjadi Kepala Komisi Pendaftaran Penyihir Kelahiran Muggle. Komisi itu menyelenggarakan pengadilan tidak sah yang memenjarakan semua penyihir kelahiran Muggle dengan alasan bahwa tongkat sihir dan kemampuan sihir mereka adalah curian.

Saat dia duduk menyidangi seorang perempuan tak bersalah itulah Harry Potter akhirnya menyerang Dolores di jantung Kementrian, dan mencuri Horcrux yang selama ini Dolores kenakan tanpa sadar.

Sesudah jatuhnya Lord Voldemort, Dolores Umbridge disidang untuk keterlibatan sukarelanya dengan rezim Voldemort, dan menanggung tuduhan atas penyiksaan, pengurungan, dan pembunuhan atas beberapa orang (beberapa orang kelahiran Muggle yang dia kirim ke Azkaban tidak selamat di sana).

source: http://harrypotter.wikia.com/wiki/Dolores_Umbridge

Ulang Tahun: 26 Agustus
Tongkat Sihir: Birch dan urat nadi naga, delapan inci
Asrama Hogwarts: Slytherin
Kemampuan khusus: Pena bulu hukuman miliknya adalah temuannya sendiri
Orangtua: ibu Muggle, ayah penyihir
Keluarga: Tidak menikah, tidak punya anak
Hobi: Mengumpulkan berbagai piring hias “Frolicsome Feline”, menambahkan lipit kepada kain dan renda kepada alat tulis, membuat alat siksa

A note for this translation:
This is a nonprofit translation that I do as a Harry Potter fan. I am a professional translator but I didn’t do this translation upon any request nor for any financial benefit. This story is published by J.K. Rowling for free in Pottermore.com, so I assume that translating it for public is fine. However, if you are a representative of J.K. Rowling and you want me to close this post, please kindly contact me here.

Advertisements

6 thoughts on “The Story of Dolores Umbridge by J.K. Rowling (terjemahan bahasa Indonesia)

  1. Terjemahan nya bagus banget kak, walau sudah baca yang b. Inggris tapi memang dasar nya orang indonesia tetap saja lebih nyaman baca yang bahasa indonesia.

    Semangat ya kak. Kalo ada story baru lagi kakak mau ya terjemahin lagi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s