Assassin’s Creed Black Flag Blog Tour: First Chapter Reveal and Giveaway

BlackFlagBanner

 

 

Alhamdulillah buku terjemahanku terbit lagi. Kali ini novel terbaru dari serial game Assassin’s Creed dengan judul Black Flag. Teman-teman yang sudah membaca buku sebelumnya, Forsaken, mungkin ingat dengan tokoh Edward Kenway? Apabila di Forsaken Edward hanya muncul sebentar, di Black Flag Edward menjadi tokoh utama. Sesungguhnya, Forsaken berlatar waktu sesudah Black Flag. Jadi, tanpa membaca Forsaken dulu (maupun novel-novel Assassin’s Creed lainnya) kita bisa menikmati Black Flag.

Black Flag berkisah tentang masa muda Edward Kenway, pemuda asal Bristol, Inggris. Bagaimana dia yang semula anak peternak domba di Bristol bisa menjadi bajak laut yang disegani di Karibia, dan akhirnya seorang Assassin? Ikuti perjalanan hidupnya yang emosional dalam novel ini. Emosional tidak berarti cengeng lho; maksudku gregetan, hehehe.

Untuk mempromosikan novel ini, Fantasious mengadakan blog tour yang dimulai di sini. Setiap blog menayangkan satu bab dari Black Flag dan menyelenggarakan kuis berhadiah dua eksemplar Black Flag. Baca dulu bab pertama Assassin’s Creed: Black Flag agar bisa jawab pertanyaan kuis yang tertera sesudahnya.

 

 

Assassin’s Creed®

Black Flag

OLIVER BOWDEN

 

1

1719 (atau sekitar itu)

 

Aku pernah memotong hidung orang.

Aku tidak ingat persis kapan kejadiannya: 1719 atau sekitar itu. Tidak ingat juga di mana. Tapi aku ingat kami sedang merompak sebuah kapal brig Spanyol, kapal perang pendek bertiang dua. Kami mengincar muatannya, tentu saja. Aku bangga dengan predikatku sebagai kapten yang selalu memastikan kapal Jackdaw punya persediaan cukup. Tapi ada sesuatu yang lain di kapal itu. Sesuatu yang kami perlukan tapi tidak kami punya. Seseorang, tepatnya. Koki kapal.

Koki kapal kami dan asistennya sudah mati dua-duanya. Asisten koki tertangkap basah sedang kencing di balas kapal, padahal aku melarang kelakuan itu. Jadi, kuhukum mereka dengan cara yang biasa, minum segelas besar kencingnya kru. Sejujurnya, sebelumnya tidak pernah ada orang mati gara-gara dihukum minum kencing, tapi itulah nasib si asisten koki. Dia minum gelas kencing itu, malamnya tidur, dan tidak pernah bangun. Koki baik-baik saja bekerja sendirian untuk beberapa lama, tapi dia suka minum rum dan habis itu cari udara segar di atas geladak buritan. Aku biasa dengar dia lompat-lompat di atap kabinku, sedang joget. Sampai suatu malam aku dengar dia lompat-lompat di atap kabinku dan joget—lalu aku dengar suara teriak dan bunyi orang terjebur.

Lonceng dibunyikan dan para kru berlarian ke geladak. Kami sudah menurunkan sauh dan menyalakan lentera dan obor, tapi si koki tidak terlihat.

Koki dan asistennya pernah menyuruh anggota-anggota kru membantu mereka, tentu saja, tapi mereka cuma bocah, tidak ada yang bisa melakukan apa-apa soal masakan selain mengaduk isi panci atau mengupas kentang. Jadi sejak saat itu kami terpaksa mengisi perut dengan makanan mentah. Tidak seorang pun di antara kami tahu apa-apa selain merebus air dengan panci.

Nah, tidak lama sebelumnya kami merompak sebuah kapal perang. Dari kegiatan sampingan seru itu kami menjarah sebuah baterai artileri yang amat sangat baru dan sebuah peti penuh senjata: pedang cutlass, tembiang, senapan musket, bubuk mesiu, dan peluru.

Dari salah seorang kru yang kami tangkap, yang kemudian menjadi kru kapalku, aku jadi tahu bahwa para juragan Spanyol punya sebuah kapal persediaan khusus yang mempekerjakan seorang koki yang luar biasa mahir. Konon dia pernah menjadi koki di istana, tapi dia membuat Ratu marah sehingga dia dipecat. Aku tidak percaya sedikit pun, tapi aku tetap menyampaikannya kepada kru kapalku. Koki itu akan memasak untuk kami mulai minggu ini. Kemudian kami memburu kapal yang satu itu dengan serius, dan saat kami menemukannya, kami langsung menyerbunya.

Baterai artileri baru kami sangat berguna. Kami menyejajarkan kapal kami dan memberondong kapal incaran sampai kapal itu rusak, layarnya compang-camping dan kemudinya hancur ke dalam air.

Kapal itu sudah miring saat kruku melempar kait dan menyeberang ke atasnya, merayapi tubuhnya seperti tikus, udara penuh bau mesiu, bunyi letusan senapan musket dan dentang cutlass mulai ramai. Aku berada di tengah mereka seperti biasa, cutlass di satu tangan dan bilah tersembunyi terhunus di tangan lain, cutlass untuk bertarung, bilah tersembunyi untuk pamungkas. Dua musuh mendatangiku dan aku menghabisi orang pertama, menghunjamkan cutlass ke atas kepalanya dan membelah topi tricorne yang dia kenakan ketika pedangku memotong kepalanya hingga hampir menjadi dua. Dia jatuh berlutut dengan bilah pedang cutlass menancap di antara kedua matanya tapi masalahnya adalah aku menghunjamkan pedangku terlalu dalam, dan ketika aku berusaha menariknya, tubuhnya yang sedang menggelepar ikut tertarik. Sekarang musuh kedua berada di depanku, matanya ketakutan, pasti tidak biasa bertarung, dan dengan sejentik pedangku saja aku memotong hidungnya.

Efeknya sesuai harapanku, dia jatuh ke belakang dengan darah memancur dari lubang tempat hidungnya semula berada. Sementara itu, aku memakai kedua tanganku untuk ahirnya menarik pedangku dari tengkorak penyerang pertamaku dan melanjutkan pertarungan. Semuanya berakhir dalam waktu singkat, dengan korban jiwa sesedikit mungkin, karena aku sudah mengumumkan perintah khusus bahwa demi apa pun koki tidak boleh terluka—apa pun yang terjadi, kataku, kita harus mengambil koki hidup-hidup.

Kapal mereka tenggelam dan kami berlayar kembali, meninggalkan kabut asap mesiu dan laut berisi pecahan lambung kapal dan serpihan kapal rusak yang mengambang naik-turun. Kami mengumpulkan kru mereka di dek utama untuk mencari koki. Hampir semua kru kami meneteskan air liur, menahan perut yang keroncongan. Saat itu kami menyadari bahwa kru mereka gemuk. Biasa makan enak.

Caroline-lah yang mengajariku cara menghargai makanan enak. Caroline, cinta sejatiku. Dalam waktu terlalu singkat yang kami habiskan bersama, dia telah mengasah seleraku dan aku senang berpikir bahwa dia pasti menyetuju kebijakanku soal makanan, dan bahwa aku telah menularkan kecintaanku terhadap makanan enak kepada kru kapalku. Aku melakukannya karena aku tahu, berkat Caroline juga, bahwa pria yang makan enak adalah pria yang bahagia, dan pria yang bahagia adalah kapten kapal yang tidak mudah merasa kepemimpinannya terancam. Karena itulah selama bertahun-tahun melaut aku tidak pernah mengendus satu usaha pemberontakan pun.

“Ini aku,” kata orang itu sambil maju selangkah. Tapi kata-katanya terdengar seperti, “Inhi akhu,” gara-gara mukanya yang diperban, gara-gara ada orang tolol yang memotong hidungnya.

 

Sudah agak kebayang kan bagaimana kehidupan bajak laut pada masa itu? Sekarang ikut kuisnya, yuk 😀

1. Share artikel ini ke salah satu media sosialmu. Follow @fantasiousID di Twitter dan Facebook fanpage Fantasious.

2. Buatkan sebait lagu sederhana, 4-8 baris saja, tentang pengalaman Edward di bab 1 yang sudah kita baca di atas. (Bajak laut gemar mendendangkan shanty–lagu pelaut.)

3. Tulis lagu buatanmu di kolom komentar bersama link akun sosial yang kamu gunakan untuk share artikel ini (jangan di-private dulu ya).

4. Boleh membuat dua entri asalkan dengan lagu yang berbeda dan akun media sosial yang berbeda.

Kuis berlangsung 5 Juni 2014 hingga 7 Juni 2014 pukul 15.00 WIB. Dua pemenang diumumkan beberapa jam kemudian (kalau tidak ada mati lampu atau gangguan lain di tempatku) di blog ini juga. Hadiah akan dikirimkan oleh penerbit Fantasious ke alamat di Indonesia.

Apabila kamu belum beruntung di sini, siap-siap meluncur ke dua blog berikutnya dalam blog tour ini:
http://www.h23bc.com 9-11 Juni 2014
dionyulianto.blogspot.com 12-14 Juni 2014

Advertisements

10 thoughts on “Assassin’s Creed Black Flag Blog Tour: First Chapter Reveal and Giveaway

  1. Sbagai pelaut yang gagah perkasa
    (hey kau dengarkan)
    Kita juga butuh makan enak
    (hey kau cepat lah memasak)
    Kawan-kawan ayo suruh masak kokinya
    (hay kau ambil segera bahan2nya)

    Terik mentari menyengat tubuh kami
    (walau kringat namun smangat)
    Ombak laut buatku terombang ambing
    (bersama berpegangan tangan)
    Kapal-kapal berlayar mengiringi kita
    (macam-macam kita sikat)

    *sengaja nulis bahasa indonesia biar gak disangka copast :v

    akun fb : http://www.facebook.com/lugum.sullivan
    akun twitter : http://www.twitter.com/luqmanhkmm

  2. Akulah yang terkuat
    ( Yeah , Dia yang terhebat )
    Lihatlah yang kupunya
    Persediaan Melimpah ( yeah sepeti senjata )
    tapi dimanakah Koki kami ( yeah dimana diaaa )

    Yeah Disanalah Dia ( Membuat Gemuk dan Kekenyangan .. )
    Serang dan dapatkan dia ..
    Karena kuingat .. ( yeah selalu teringat )
    Pria Bahagia adalah pria yang makan enak … ( Give me the foooodss .. )

    FB : http://www.facebook.com/earvination
    Twitter : https://twitter.com/Ipinsible

  3. FB: http;//www.facebook.com/kim.zaeum

    Akulah Sang Bajak laut, berlayar merompak
    Akulah kapten tak kenal takut, dan siap menghadang

    Sayang-sayang aku lapar, koki mati jatuh dari kapal
    Begitupun asistennya, terkapar minum kencing segelas

    Tapi aku tetap tak risau, mari cari penggantinya
    Ada kapal mari serang, jarah dan ambil kokinya

    Kapal karam koki dapat, aku potong hidung orang
    Makan enak hati senang, tak sadar ada masalah

    *satu entri satu sosmed kan?*
    *berarti klo aku follow via twitter bisa bikin satu lagi ya?*

  4. Kamilah penguasa laut, Kamilah sang pelaut
    Kami tak pernah takut, meski menantang maut
    Itulah kami, sang bajak laut

    Tapi nyata oh ternyata, awak kami tak sempurna
    Sang kapten makanan tidak ada, begitu juga asistennya
    Bagaimana oh bagaimana nasib kita?

    Tak sengaja tak sengaja, ada kapal lain lewat
    Rampok kapalnya dan bawa kapten makanannya
    Makan makanannya dan senandungkan syalalala

    Facebook: https://www.facebook.com/vando.messi.1

  5. Kita berlayar di laut samudera lepas
    (Berlayar dengan gagahnya)
    Mencari alasan ‘tuk menguasai lautan
    (Lalu menjadi raja lautan!)
    Merompak, mencuri, menghancurkan!
    (Tanpa kenal lelah)
    Namun ada yang kurang~
    (Itulah sang koki!)

    Hahahaha… Sebelum menguasai lautan~
    (Kuasai dulu nafsu)
    Rasa lapar dan dahaga
    (rintangan awal para pelaut)
    Hooo~ Turunkan layar, kita melaju!
    (Menuju kapal musuh seberang!)
    Hantam kapal, bunuh semua!
    (Dapatkan kokinya!)

    (Chorus)
    Kapal karam, kapal karam
    (Koki dapat, koki dapat)
    Wahai koki, cepat ke dek kapal
    (Masakkan kami makanan enak)
    Perut ini sudah lama mengamuk
    (Mencari-cari sari makanan)
    Ohh~ Cepat, cepat, wahai koki!
    (Liur kami sudah hampir habis)

    (Chorus)
    Hoo~ Makanan enak tanda pria bahagia
    (Langkah awal jadi raja lautan!)

    Perut kenyang, kita senang
    (Saat berseregang, kita pasti menang!)

    Hahahaha!

    Facebook: https://www.facebook.com/shadow.stalker.00

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s