Terjemahan Bab 1 Clockwork Princess (Adegan 1)

Sebenarnya penerjemahan Clockwork Princess belum dimulai, tapi saya juga rindu menerjemahkan seri The Infernal Devices. Berhubung bab pertamanya sudah diedarkan oleh Simon & Schuster dan sudah diizinkan oleh Ufuk Fiction, saya cicil terjemahkan saja. Teks asli diperoleh dari web TMIndo dan sudah diperiksa ke laman resmi dari Simon & Schuster. Karena masih mencicil, syair pembukanya belum diterjemahkan dan terjemahan ini pun masih akan diperiksa lagi.

The Infernal Devices adalah trilogi karya Cassandra Clare yang merupakan prekuel bagi seri The Mortal Instruments (film hasil adaptasi buku pertamanya, City of Bones, akan dirilis Agustus tahun ini). Clockwork Princess adalah buku ketiga yang menutup Clockwork Angel dan Clockwork Prince. Edisi bahasa Indonesia Clockwork Angel dan Clockwork Prince sudah terbit dan bisa dipesan lewat Ufuk Fiction.

Clockwork Princess (The Infernal Devices, Buku Tiga)
Clockwork Princess (The Infernal Devices, Buku Tiga)

Bab 1

“Desember adalah waktu yang tak terduga untuk menikah,” kata si penjahit, berbicara selagi mulutnya penuh peniti dengan mudah karena sudah terlatih bertahun-tahun. “Seperti kata orang, ‘Saat salju Desember turun dengan lebat, menikahlah, maka cintamu sejati senantiasa.’” Ia memasang peniti terakhir pada gaun dan mundur. “Nah. Bagaimana menurutmu? Gaun ini dibuat berdasarkan salah satu rancangan gaun Charles Frederick Worth sendiri.”

Tessa menatap pantulan dirinya pada cermin rias di kamarnya. Gaun sutra di badannya berwarna emas gelap, sesuai adat Pemburu Bayangan, yang meyakini warna putih sebagai warna duka, dan tidak mau  menikah dengan warna putih, walaupun Ratu Victoria sendiri telah menetapkan mode warna putih untuk gaun pernikahan. Renda Duchesse yang motifnya sambung menyambung tanpa jaring alas menghiasi pinggir korset ketat dan terurai dari bagian lengan.

“Cantik sekali!” Charlotte menyatukan tangannya dan memajukan badan. Matanya yang cokelat bersinar gembira. “Tessa, warnanya terlihat indah padamu.”

Tessa berbalik dan berputar di depan cermin. Warna emas memberikan rona yang sangat diperlukan pada pipinya yang pucat. Korset berbentuk jam pasir membentuk dan memberikan lekuk pada tubuhnya di setiap tempat yang seharusnya, dan kalung malaikat clockwork menenangkan Tessa dengan detiknya. Di bawah malaikat terjuntai liontin batu nefrit pemberian Jem. Tessa telah memanjangkan rantai kalung nefrit agar ia bisa memakai keduanya bersamaan karena tidak ingin berpisah dengan kalung mana pun. “Menurutmu, mungkin, hiasan rendanya terlalu ramai?”

“Sama sekali tidak!” Charlotte mundur di kursinya, satu tangan memegangi perutnya untuk melindungi, secara tidak sadar. Ia selalu terlalu kurus—ceking, sejujurnya—untuk benar-benar memerlukan korset, dan karena sekarang ia mengandung, ia memilih memakai gaun gaster yang membuatnya terlihat seperti seekor burung kecil. “Ini untuk hari pernikahanmu, Tessa. Kalau ada alasan untuk menggunakan hiasan yang berlebihan, pastilah hari pernikahanmu. Bayangkan saja.”

Image
by Cassandra JP

Sudah bermalam-malam Tessa habiskan untuk melakukan itu. Ia belum yakin apakah dirinya dan Jem akan menikah, karena Dewan masih menimbang situasi mereka. Tapi saat ia membayangkan pernikahan itu, lokasinya selalu ada di gereja, dengan dirinya diantar ke altar, mungkin digandeng oleh Henry, tidak menengok ke kiri dan kanan tapi memandang lurus kepada tunangannya di depan, sebagaimana mestinya seorang pengantin. Jem akan mengenakan baju tempur—bukan model yang biasa dipakai untuk bertarung, tapi didesain khusus, seperti seragam militer, untuk acara itu: berwarna hitam dengan pita emas pada kedua pergelangan tangan dan rune-rune emas pada sepanjang kerah dan kelim kancing.

Jem akan terlihat sangat muda. Mereka berdua sangat muda. Tessa tahu tidak lazim seseorang menikah pada usia tujuh belas dan delapan belas, tapi mereka berpacu dengan jam.

Jam kehidupan Jem, sebelum jam itu berhenti berdetik.

Tessa mengangkat tangannya ke leher, dan merasakan getar yang familier dari malaikat clockwork miliknya, kedua sayap malaikat menggesek telapak tangannya. Si penjahit menatapnya dengan cemas. Wanita itu seorang Fana, bukan Nephilim, tapi mempunyai Penglihatan, sama dengan semua Fana yang membantu Pemburu Bayangan. “Kau mau rendanya dilepas, miss?”

Sebelum Tessa sempat menjawab, terdengar ketuk di pintu, lalu suara yang akrab di telinganya. “Ini Jem. Tessa, kau di dalam?”

Charlotte langsung duduk tegak. “Oh! Dia tidak boleh melihatmu memakai gaun ini!”

Tessa terperangah. “Kenapa pula tidak boleh?”

“Ini adat Pemburu Bayangan—nasib sial!” Charlotte beranjak berdiri. “Cepat! Bersembunyi di balik lemari!”

“Lemari? Tapi—” Tessa memekik saat Charlotte menangkap pergelangan tangannya dan mendorongnya ke balik lemari seperti polisi menangani penjahat yang sangat melawan. Sesudah tangannya dilepas, Tessa menepuk gaunnya dan meringis kepada Charlotte, lalu mereka berdua mengintip dari pinggir lemari saat si penjahit, setelah menatap mereka dengan bingung, membuka puntu.

Rambut perak Jem muncul di celah pintu. Dia terlihat agak kusut, jaketnya miring. Dia melirik ke sekeliling sebelum matanya menyorot Charlotte dan Tessa, setengah tersembunyi di balik lemari. “Syukurlah kalian di sini,” kata Jem. “Aku tidak tahu di mana kalian berdua. Gabriel Lightwood ada di bawah, dan dia terlihat sangat mengerikan.”

 

Catatan:

contoh gaun rancangan Charles Frederick Worth (1825-1895),
kira-kira gaun pengantin Tessa seperti ini?

sumber: http://historiful.tumblr.com/post/491822580
sumber: http://historiful.tumblr.com/post/491822580

contoh gaun daster era Victoria (tea gown) seperti yang dikenakan Charlotte

sumber: http://collections.vam.ac.uk/item/O362557/tea-gown-unknown/
sumber: http://collections.vam.ac.uk/item/O362557/tea-gown-unknown/
Advertisements

11 thoughts on “Terjemahan Bab 1 Clockwork Princess (Adegan 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s