Berbagai Padanan untuk “to Catch”

Dalam penerjemahan fiksi, tidak sering “to catch” diterjemahkan secara harfiah dengan “menangkap” seperti pada contoh ini.

The baby caught the ball with two hands.
Bayi itu menangkap bola dengan kedua tangannya.

Ada banyak padanan kata bagi “to catch” yang bergantung kepada penggunaannya dalam kalimat. Berikut ini contoh-contohnya.

Seeing him, I caught my breath. 
– Saat melihat dia, aku menahan napas.
– Karena melihat dia, napasku tersekat. (bila sesuai konteks)

I lashed out (my sword) and caught his knee.
– Aku mengayunkan pedangku dan mengenai lututnya.
– Aku menebas dan melukai lututnya. (bila sesuai konteks)

I mounted my horse, hoping to catch him before sunset.
– Aku menunggang kudaku, berharap bisa mencegatnya/menyusulnya sebelum matahari terbenam.

I didn’t make it in time to catch the train.
– Aku terlambat naik kereta.

She scanned the room and caught a glimpse of steel: my sword.
– Matanya menyisir ruangan dan menemukan kilat baja: pedangku.

The bush caught the hem of my dress.
– Gaunku tersangkut semak-semak.

My best friend caught my train of thought.
– Sahabatku bisa memahami alur pikiranku.

The new girl speaks with an unfamiliar accent; I can’t catch her words.
– Si anak baru berlogat aneh; aku tidak mengerti ucapannya.

Since both of them are my best friends, I got caught in their quarrel.
– Karena dua-duanya sahabatku, aku terjebak/terjepit dalam pertengkaran mereka.

Advertisements

2 thoughts on “Berbagai Padanan untuk “to Catch”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s