Review Novel Terjemahan Pertamaku: City of Bones

Menjelajahi Dunia Bayangan

 

“Aku ingin hidup di dalam dunia kisah Mortal Instruments. Sangat indah!”
–Stephanie Meyer, Pengarang Twilight

Mungkin kadang-kadang Twilight membuat kamu jenuh karena alur ceritanya terlalu pelan dan kurang menegangkan. Mungkin Harry Potter membuat kamu penasaran, tapi enggan membaca buku pertamanya yang terlalu kekanak-kanakan. Mungkin kamu suka The Lord of the Ring, tapi ingin membaca sesuatu yang lebih terhubung dengan dunia nyata. Ya. Sudah pasti banyak orang bercerita betapa hebatnya buku-buku tersebut, tapi kamu tetap merasa ada yang kurang…

Bacalah City of Bones, novel pertama dari serial The Mortal Instruments (versi Indonesianya akan diterbitkan oleh Ufuk Press pada akhir Februari 2010). Novel ini tidak akan membiarkanmu menarik napas, tidak akan mengizinkanmu beranjak. Jantungmu akan terus berdetak kencang, kawan, dan kamu kehausan. Haus ingin tahu kelanjutan ceritanya!

City of Bones

Sesuai dengan kota New York yang menjadi latar belakang ceritanya, City of Bones bergerak dengan cepat tanpa kehilangan pesonanya. Dengan detail penceritaan yang jeli, Cassandra Clare berhasil membuat dunia khayalnya menjadi nyata. Ia akan membawamu menjelajahi New York dan kehidupan orang-orang di dalamnya.

Setiap tokoh mempunyai sifat dan alasan yang kuat. Mereka benar-benar hidup, sehidup usaha mereka untuk mewujudkan apa yang mereka yakini sebagai kebenaran. Perbenturan di antara mereka pun membentuk kisah yang diwarnai oleh aksi, ambisi, pengkhianatan, kepalsuan, kekuatan, cinta, perjuangan, dan harapan.

Kamu bukanlah bagian dari hidup yang penuh luka dan pembunuhan ini.

Clary yang hampir berusia 16 tahun tiba-tiba menemukan dunia baru yang gelap sekaligus menawan, yaitu Dunia Bayangan. Selama ini ia mengira dirinya hanyalah anak seorang pelukis biasa, tapi tiba-tiba ibunya diculik dan Clary hampir mati karena diserang oleh iblis. Terlebih lagi, kenapa sekarang Clary bisa melihat peri, warlock, dan nephilim?

Ketika orang yang ia sayangi berada dalam bahaya, ketika orang yang paling ia percaya malah berpaling darinya, ketika ia tidak yakin tentang siapa dirinya sebenarnya…, apa yang bisa Clary lakukan?

Pernyataan cinta itu membuatku geli, terutama ketika tidak terbalas.

Tidak. Jangan bayangkan pangeran kuda putih yang sopan dan lembut. Clary bertemu dengan Jace yang kasar, sombong, dan luar biasa menyebalkan. Tapi justru itulah yang membuat cowok berambut keemasan itu lebih… seksi. Lagipula, bagaimana Clary bisa tahan kalau ada cowok yang selalu siap menerjang iblis, vampir, bahkan manusia serigala demi melindunginya?

Tentu saja kisah ini tidak berputar di antara mereka berdua semata. Masih ada sahabat Clary yang bernama Simon. Juga ada saudara-saudara angkat Jace, yaitu Alec dan Isabelle. Mereka bertiga adalah pemburu iblis. Sekarang hanya merekalah yang bisa membantu Clary untuk menyelamatkan ibunya dari seorang idealis ekstrim bernama Valentine. Para remaja itu pun harus berjuang mati-matian karena Piala Malaikat yang sakti menjadi taruhannya.

Kamu akan terkejut ketika menyelami perasaan-perasaan terpendam tokoh-tokoh ini. Jangan lewatkan setiap detail! Semuanya menyimpan petunjuk, baik tentang cinta maupun misteri yang semakin kelam dan memikat di sekitar mereka. Bagaimanapun juga, Dunia Bayangan adalah dunia di mana semua mitos itu nyata.

Advertisements

6 thoughts on “Review Novel Terjemahan Pertamaku: City of Bones

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s