black sheep – wedus ireng?

“I can’t believe we used to call you the black sheep!”

Ini idiom yang saya temukan dalam UTS kelas penerjemahan Inggris-Indonesia minggu lalu (baru dibahas tadi). Inti ceritanya, seseorang yang dulu bangkrut setelah sepuluh tahun bergabung dengan band rock lokal kini menjadi pengusaha sukses.

Dalam bahasa Inggris, idiom domba hitam berarti “orang yang di dalam keluarganya dianggap memalukan atau tidak diinginkan”.

 

 

Terjemahan saya:

“Saya tidak percaya dulu kami biasa menyebutmu si anak gagal!”

Terjemahan dosen saya kira-kira begini:

“Ayah tidak percaya dulu kami sering mengataimu biang kerok dalam keluarga!”

Advertisements

13 thoughts on “black sheep – wedus ireng?

  1. ini mirip “kambing hitam” nggak sih?

    kalo artinya jg mirip kambing hitam sih aku lebih setuju dgn dosenmu.

    tp kalo pake terjemahan dari freedictionary kok malah lebih mirip “anak bawang” ya artinya?

  2. @rima: black sheep sama scapegoat (kambing hitam) beda.

    kalau kambing hitam kan, orangnya sebenarnya nggak salah apa-apa, tapi diatur supaya seolah dia pelaku kesalahan. kayaknya udah umum yach.

    kalau black sheep, dia dianggap memalukan oleh keluarganya. misalnya, semua anggota keluarganya jadi polisi, dia malah dipenjara karena maling kambing. atau, bisa juga anggota keluarganya pebisnis sukses semua, dia malah jadi seniman kere dan dianggap bikin malu oleh keluarganya itu. jadi, beda sama “anak bawang”. Beda juga sama “biang kerok”.

  3. kalo gt sih paling bener terjemahannya melo. “anak gagal.” karena belum tentu juga dia ngelakuin aib, siapa tahu dia cuma “beda” aja sm yg lain. kyk jadi seniman miskin kan bukan aib.

    biasanya kalo yg kyk gini di indonesia seringnya sih disebut “anak ketuker.” aku dulu sering dikatain bapakku soalnya dibilang anak ketuker. hahaha.

    cuma kalo dosennya melo lebih bener dalam penerjemahan kata I ke “Ayah” dan “call” jadi “mengatai”
    karena lebih sesuai dengan konteks.

  4. Betul, jadi seniman bukan aib. Tapi, setahuku, “black sheep” biasanya mencerminkan persepsi si keluarga itu, bukan persepsi umum. Kalau si keluarga menganggap si seniman itu aib, ya dia disebut black sheep, apa pun anggapan masyarakat umum tentang seniman.

  5. emang bingung juga kenapa biang kerok…

    mungkin lebih cocok
    “Ayah tidak percaya dulu kami sering mengataimu aib dalam keluarga!”

  6. still, the pragmatic force in “aib dalam keluarga” is too harsh compared to “black sheep”

    mari mel, kita buat NSM template-nya *ditabok*

    1. iyah, ngomong “aib dalam keluarga” emang jahat -__-
      tapi “black sheep” kan cuma “nyeleneh”

  7. Aku juga sempat meng-Google istilah ini. Penggunaannya cukup beragam, dari yang hanya nyeleneh, sampai yang memang bisa dibilang aib (tukang mabuk sementara kakaknya sukses). Jadi, menerjemahkannya tergantung konteks aja :-p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s