Pengumuman Pemenang Assassin’s Creed: Black Flag

BlackFlagBanner

Tanggal 5 hingga jam 3 sore tadi aku menggelar kuis berhadiah novel Assassin’s Creed: Black Flag (lihat post sebelum ini). Di situ aku menayangkan bab pertama Black Flag dan menantang teman-teman untuk membuat shanty (lagu pelaut) dari ceritanya. Tidak banyak lagu yang dibuat, tapi semua lucu, membuatku kesulitan memilih dua pemenang. :D

Continue reading

Assassin’s Creed Black Flag Blog Tour: First Chapter Reveal and Giveaway

BlackFlagBanner

 

 

Alhamdulillah buku terjemahanku terbit lagi. Kali ini novel terbaru dari serial game Assassin’s Creed dengan judul Black Flag. Teman-teman yang sudah membaca buku sebelumnya, Forsaken, mungkin ingat dengan tokoh Edward Kenway? Apabila di Forsaken Edward hanya muncul sebentar, di Black Flag Edward menjadi tokoh utama. Sesungguhnya, Forsaken berlatar waktu sesudah Black Flag. Jadi, tanpa membaca Forsaken dulu (maupun novel-novel Assassin’s Creed lainnya) kita bisa menikmati Black Flag.

Black Flag berkisah tentang masa muda Edward Kenway, pemuda asal Bristol, Inggris. Bagaimana dia yang semula anak peternak domba di Bristol bisa menjadi bajak laut yang disegani di Karibia, dan akhirnya seorang Assassin? Ikuti perjalanan hidupnya yang emosional dalam novel ini. Emosional tidak berarti cengeng lho; maksudku gregetan, hehehe.

Untuk mempromosikan novel ini, Fantasious mengadakan blog tour yang dimulai di sini. Setiap blog menayangkan satu bab dari Black Flag dan menyelenggarakan kuis berhadiah dua eksemplar Black Flag. Baca dulu bab pertama Assassin’s Creed: Black Flag agar bisa jawab pertanyaan kuis yang tertera sesudahnya.

Continue reading

Istilah-istilah Perkapalan

Assassin’s Creed: Black Flag bercerita tentang seorang bajak laut. Saat menerjemahkan buku sebelumnya, saya menulis kosakata Berbagai Macam Dermaga. Kali ini saya mengumpulkan kosakata perkapalan.

 

deck – geladak
sterndeck – buritan
main deck – geladak utama
forecastle – geladak balkon depan
aftercastle/sterncastle – geladak balkon belakang
poop deck – geladak tinggi
quarterdeck – geladak belakang

hull – badan kapal
bow – haluan kapal
galley – dapur
ratline – tali layar
magazine – gudang amunisi
jib – layar sorong depan
tiller – pasak kemudi
gunwale – bibir kapal

coxswain – juru mudi
quartermaster – perwira
deckhand – kelasi

swivel gun – meriam putar
mounted gun – meriam utama
carriage gun – meriam utama

yawl – sampan
dandy – sampan berlayar
rowing boat – perahu dayung

Assassin's Creed: Black Flag versi terjemahan Indonesia akan diterbitkan oleh Fantasious (Grup Ufuk) akhir Mei 2014

Assassin’s Creed: Black Flag versi terjemahan Indonesia akan diterbitkan oleh Fantasious (Grup Ufuk) akhir Mei 2014

Harga Buku Terjemahan Mahal? (Menyambung Tulisan Lulu)

melodyvioline:

Ada banyak komponen yang memengaruhi harga buku.

Originally posted on bruziati:

577317_10202043530077978_841476683_n

Silakan baca tulisan Lulu di sini. Lulu pernah bekerja sebagai editor in house, jadi sedikit banyak punya pengalaman dalam menentukan harga buku terjemahan.

Karena penasaran betul mengenai harga buku terjemahan yang semakin lama semakin mahal, saya akhirnya ‘mewawancarai’ Mbak Hetih Rusli, editor fiksi di Gramedia Pustaka Utama. Berikut jawaban dari Mbak Hetih:

Komponen standar (ongkos produksi buku) terdiri atas biaya cetak, biaya gudang, biaya promosi, biaya distribusi, dll. Untuk buku terjemahan selain biaya penerjemahan, ada biaya pembelian rights dan royalti juga. Sama sebenarnya dengan buku lokal, yang memberi royalti ke pengarang.

View original 584 more words

Harga Buku Terjemahan Mahal?

melodyvioline:

Ternyata begini…

Originally posted on LAMFARO:

blog-2

Beberapa hari yang lalu, teman saya Uci bercerita tentang pembaca yang gundah karena harga buku terjemahan berbeda tipis dengan buku aslinya. Karena dulu saya pernah bekerja di penerbit, Uci menanyakan pendapat saya, benarkah harga buku terjemahan bisa begitu mengerikan hingga hampir menyamai buku asli?

Begini saja. Coba kita lihat harga buku yang terbit tahun ini. Pertama, Inferno karya Dan Brown. Saat tulisan ini diturunkan, harga buku aslinya di Periplus adalah Rp295.000 (hardcover) dan Rp360.000 (softcover, large print). Di Book Depository, harga setelah diskon dengan kurs sekarang sekitar Rp285.000 (hardcover) dan Rp341.000 (softcover, large print). Buku terjemahannya, terbitan Mizan, dijual Rp125.000 (softcover) belum diskon.

Kedua, The Cuckoo’s Calling karya Robert Galbraith. Di Periplus, harga buku aslinya Rp312.000 (hardcover) dan Rp270.000 (softcover). Masih buku asli, di Book Depository, harganya setelah diskon dengan kurs sekarang sekitar Rp275.300 (hardcover)…

View original 644 more words

Pengalaman Menerjemahkan Winnetou

Image

 

 

 

 

Judul: Winnetou Apache, Old Shatterhand: The Wild West Journey

Penulis: Karl May

Penerbit: Visimedia, September 2013

Harga: Rp49.900,00

 

 

 

 

 

Aku masih ingat hari aku diminta menerjemahkan Winnetou. Waktu itu aku main ke kantor Visimedia untuk menumpang menyelesaikan penerjemahan Mr. Justice Raffles, sekaligus ikut makan-makan ulang tahun Mba Muthia Esfand, editor jagoan yang menyunting Winnetou. Ternyata ada satu urusan lagi yang membuatku diundang ke kantor Visimedia: penerjemahan Winnetou.

Tentu aku senang mendapatkan kesempatan untuk menerjemahkan karya Karl May yang mendunia ini. Walaupun aku sendiri belum pernah membaca Winnetou, teman-teman kuliahku sudah merekomendasikan novel petualangan ini.

Aku tidak bisa berbahasa Jerman selain “guten morgen, Frau Niken”, jadi mustahil aku menerjemahkan Winnetou dari bahasa aslinya itu. Naskah yang diberikan kepadaku adalah terjemahan Winnetou dalam bahasa Inggris-Amerika, diterjemahkan oleh George A. Alexander.

Continue reading

Winged Cupid Painted Blind

Tiba-tiba aku diminta menerjemahkan beberapa baris dari A Midsummer Night’s Dream karya Shakespeare. Ini adegan ketika Helena heran kenapa Demetrius kesengsem kepada Hermia. Aku belum pernah baca naskah drama ini, tapi pernah baca ceritanya di Topeng Kaca =)). Jadi, kucoba saja ^^

Love looks not with the eyes, but with the mind,
And therefore is winged Cupid painted blind.
Nor hath love’s mind of any judgement taste;
Wings and no eyes figure unheedy haste.
And therefore is love said to be a child,
Because in choice he is so oft beguiled.

Cinta tidak melihat dengan mata, namun dengan kepala,
Demikianlah Cupid bersayap dilukis buta matanya.
Tidak jua cinta risaukan timbangan segala selera;
Bersayap dan buta menjadikan gegabah dan tidak peka.
Demikianlah cinta dikatakan menyerupai bocah,
Karena di kala memilih cinta acap kali lengah.

Topeng Kaca 13 (Elex Media)

Topeng Kaca 13 (Elex Media)

Pengalaman Menerjemahkan Mr. Justice Raffles

Terjemahan terbaruku baru saja diterbitkan oleh Visimedia Pustaka. Keistimewaannya adalah buku kali ini fiksi klasik, terbit pertama kali pada tahun 1909. Ini bukan novel klasik pertama yang aku terjemahkan, tapi memang ini pertama kali aku menerjemahkan novel klasik langsung dari bahasa aslinya. Sebelumnya, aku pernah menerjemahkan novel klasik dari terjemahan bahasa Inggrisnya, sedangkan bahasa aslinya adalah Jerman.

Mr. Justice Raffles karya Ernest William Hornung, Visimedia Pustaka, April 2013

Mr. Justice Raffles karya Ernest William Hornung, Visimedia Pustaka, April 2013

Mr. Justice Raffles adalah satu-satunya novel tentang si pencuri ulung, A.J. Raffles. Tidak berarti ini satu-satunya kisah tentang Raffles yang tampan dan berbadan atletis (sehari-hari dia menjadi pemain kriket amatir). Banyak cerpen mendului novel ini menjadi beberapa kumpulan cerpen. Eh, tapi di sini aku tidak bermaksud membahas tentang novelnya, tetapi menceritakan pengalamanku saat menerjemahkannya.

Continue reading

Terjemahan Bab 1 Clockwork Princess (Adegan 1)

Sebenarnya penerjemahan Clockwork Princess belum dimulai, tapi saya juga rindu menerjemahkan seri The Infernal Devices. Berhubung bab pertamanya sudah diedarkan oleh Simon & Schuster dan sudah diizinkan oleh Ufuk Fiction, saya cicil terjemahkan saja. Teks asli diperoleh dari web TMIndo dan sudah diperiksa ke laman resmi dari Simon & Schuster. Karena masih mencicil, syair pembukanya belum diterjemahkan dan terjemahan ini pun masih akan diperiksa lagi.

The Infernal Devices adalah trilogi karya Cassandra Clare yang merupakan prekuel bagi seri The Mortal Instruments (film hasil adaptasi buku pertamanya, City of Bones, akan dirilis Agustus tahun ini). Clockwork Princess adalah buku ketiga yang menutup Clockwork Angel dan Clockwork Prince. Edisi bahasa Indonesia Clockwork Angel dan Clockwork Prince sudah terbit dan bisa dipesan lewat Ufuk Fiction.

Clockwork Princess (The Infernal Devices, Buku Tiga)

Clockwork Princess (The Infernal Devices, Buku Tiga)

Bab 1

“Desember adalah waktu yang tak terduga untuk menikah,” kata si penjahit, berbicara selagi mulutnya penuh peniti dengan mudah karena sudah terlatih bertahun-tahun. “Seperti kata orang, ‘Saat salju Desember turun dengan lebat, menikahlah, maka cintamu sejati senantiasa.’” Ia memasang peniti terakhir pada gaun dan mundur. “Nah. Bagaimana menurutmu? Gaun ini dibuat berdasarkan salah satu rancangan gaun Charles Frederick Worth sendiri.”

Continue reading